Balada Senapan Tua…..
Cerita ini sudah lama terjadi, sekitar 9 tahun yang lalu di akhir masa perang sipil di Nepal. Setelah berhasil meloloskan diri dari amukan massa di perbatasan (baca: We will kill you!!), kami menuju… Continue reading
Cerita ini sudah lama terjadi, sekitar 9 tahun yang lalu di akhir masa perang sipil di Nepal. Setelah berhasil meloloskan diri dari amukan massa di perbatasan (baca: We will kill you!!), kami menuju… Continue reading
Aku mengenal Kumar saat aku dan Ben, Vivian, dan Jerry, tiga teman perjalananku di Tibet dan Nepal mengunjungi “Durbar Square” di Kathmandu, Nepal. Ben yang luluasn Stanford dan juga keturunan Yahudi yang selalu… Continue reading
Sekitar pertengahan tahun 2006, aku melakukan perjalanan dari Lhasa di Tibet menuju Kathmandu, Nepal bersama tiga orang temanku Jerry, Ben dan pacarnya Vivian. Kami menyeberang ke Nepal melalui perbatasan Zhangmu (Tibet)-Kodari setelah perjalanan lima hari dari Lhasa, Tibet. Saa itu Nepal berada pada akhir masa… Continue reading
Perjalanan empat jam dari Khodari di perbatasan Tibet-Nepal menuju Kathmandu bisa dibilang tanpa insiden walaupun aku dan ketiga teman seperjalananku (Ben, Vivian dan Jerry) harus melewati sekitar 8 pos militer sepanjang perjalanan, termasuk… Continue reading
Tulisan ini masih soal berkereta api di India tetapi bukan soal padatnya manusia di dalam kereta tetapi soal orang India melihat strata sosial. Ketika pertama kali naik kereta api di Mumbai, aku dan… Continue reading
Aku pergi ke Mumbai India awalnya bukan karena sengaja traveling tetapi gara-gara ada interview kerjaan disana. Karena interview cuma sehari, aku memanfaatkan sisa hari untuk traveling keliling Mumbai. Kalau tadi belum punya istri,… Continue reading
Kalau menyebut Jakarta sebagai kota yang paling chaos dalam urusan berlalu lintas aku tidak akan setuju jika ada orang mengatakannya enam tahun yang lalu ketika aku pertama kali menginjakkan kakiku di Hanoi, Vietnam.… Continue reading