Trik Para Calo, Penipu, Dan Scam di Turki dan Mesir (Bagian 3)


Aku sudah pernah menulis tentang Trik Para Calo, Penipu dan Scam sampai dua episode yang mencakup metoda penipuan di berbagai negara yang pernah kukunjungi seperti Malaysia, Kamboja, Thailand, Vietnam, China, Yordania, India dan Nepal (klik “Trik 1” dan “Trik 2”). Semua hal yang kutulis memang berdasarkan pengalaman-pengalamanku sendiri dan nasehat dari beberapa teman. Sekarang aku akan menulis bagian ketiga tentang scam ini yang mencakup Turki dan Mesir. Semoga bisa sedikit membantu teman-teman yang ingin pergi ke sana. Kebetulan, aku memang sudah sangat terbiasa dengan metoda tipu-tipu di banyak negara yang sebenarnya hampir-hampir mirip. Terkadang aku memang sengaja “menjebakkan diri” ke dalam perangkap para penipu supaya bisa “ribut” saja. Maklum, dulu  kadang aku perlu melepas sedikit hormon adrenalinku supaya otakku tetap waras….:-)

Turki

Aku memang tak begitu banyak mengunjungi kota-kota di Turki walaupun aku sempat tinggal di sana sebentar. Kesibukan kerja membuatku hampir tak punya waktu melalukan “tour” keliling negara-negara lain. Tapi, aku pikir beberapa pengalamanku di bawa ini bisa berguna buat teman-teman yang ingin melancong ke sana.

  • Calo Hotel Bandara

Soal calo hotel bandara, aku pernah menulis lika-likunya di postingan yang berjudul “Menyusuri Scam Hotel Di Istanbul”. Aku menulis dengan lengkap segala kejadiannya.

  • Calo Peginapan Sultanahmed.

Bagi yang pertama kali ke Istanbul backpacking dengan cara go show dan masih “unyu”, biasanya calo-calo di sekitar Sultanahmed akan dengan senang hati “memberi bantuan”. Tapi, ya yang jelas duit “ketilep”. Mending cari sendiri saja karena banyak penginapan di sana, tinggal pilih.

  • Jebakan Dugem

Aku belum pernah mengalaminya, tetapi sudah terbiasa mendengarnya dari informasi teman-teman sekantor waktu tinggal di Turki. Intinya, scam jenis ini dimulai ketika seseorang sok akrab datang berkenalan dan kemudian mengajak nongkrong di café atau bar yang “cozy”. Nah disanalah perangkap dipasang.  Semua minuman dan makanan yang kita minum dan “teman-teman baru” yang ditemui di Bar akan di-charge ke kita dengan harga super mahal. Kalau sudah begitu, komplain juga tak ada artinya karena bakal diintimidasi. Kalau mau berantem pun tak akan menang karena bakal dikeroyok. Mungkin daripada bonyok dan ongkos rumah sakitnya lebih mahal, sepertinya membayar tagihan super mahal itu adalah pilihan yang terbaik….:-)

Mesir

Berbeda dengan Turki, aku menjelajahi hampir seluruh Mesir. Aku hanya lupa menyusuri kawasan Terusan Suez di Mesir Utara sehingga aku mengalami pengalaman yang jauh lebih berwarna. Berbagai trik tipu-menipu dan scam aku temui sepanjang perjalananku di Mesir sehingga urat leherku sedikit tegang karena terlalu banyak ribut dengan para calo dan penipu……:-)

  • Bakshees

Bagi orang yang travel ke Mesir dengan cara indpenden tanpa travel agent, kata ini pasti sangat populer di telinga. Yup, bakshees artinya tips. Untuk sebuah pertolongan kecil, orang-orang di kawasan turis di kota-kota di Mesir terutama di Kairo akan meminta bakshees. Aku pernah mengalami di-bakshees hanya karena nyari tisu di toilet dan bertanya soal nomor bangku di kereta api….

  • Calo Penginapan Di Midan Tahrir

Kalau yang ini, downtown Midan Tahrir di Kairo adalah pusatnya. Tiap hari ada saja yang nyapa nanyain sudah punya hotel, trips, dan sebagainya. Tentu saja harga yang mereka tawarkan hampir dua kali harga normal. Aku pernah ngobrol dan bertanya dengan salah seorang dari mereka karena ingin tahu. Lucunya, kalimat yang sering mereka gunakan untuk memancing turis hampir seragam. Hampir semua calo yang mendekatiku menyapa dengan kalimat,” Hi, tourist…I want to talk with (to) you.”

  • Scam Taksi (Kairo)

Perilaku supir taksi di Kairo terutama yang sering nongkrong di Midan Tahrir bisa dibilang sangat parah. Supir taksi, walaupun sudah sepakat dengan harga akan berusaha untuk “memalak” penumpang dengan berbagai alasan. Salah satu supir taksi bahkan berpura-pura kena palak polisi di tengah jalan hanya untuk mendapatkan uang lebih dariku. Jadi, pastikan mereka tak punya alasan untuk “memalak” dengan alasan-alasan yang tak jelas tersebut.

  • Scam Naik Onta (Piramid Giza)

Scam ini pernah kualami ketika supir taksi yang membawaku dari stasiun kereta ke Pirami Giza. Sang supir taksi sengaja menyesatkanku kepada seorang pemilik Onta yang mengadakan trip untuk para turis ke Piramid Giza dengan harga selangit lewat jalur belakang. Si tukang Onta berusaha menunjukkan bahwa apa yang dilakukannya legal walaupun dia tidak bisa membuktikannya. Harga trip naik onta yang ditawarkannya sekitar $ 100 per 2 jam, sebuah harga yang fantastis. Bagaimana aku lolos dan akhirnya balik ngerjain mereka, aku sudah menceritakannya dalam bukuku “This Is Africa” yang telah terbit….:-)

  • Scam Tiket Kereta Api

Bagi yang tak mengerti soal sistem kereta api di Mesir, sebaiknya perlu meminta bantuan penginapan atau teman orang Mesir untuk membeli tiket kereta jarak jauh. Aku pernah “ketipu” karena nekad beli sendiri. Saat itu aku mau ke Aswan dari Kairo. Aku beli tiket kereta api di Terminal Central Kairo. Aku minta sama penjaga loket tiket Sleeper untuk kereta malam karena perjalanan akan memakan waktu sekitar 12 jam. Sesampainya di penginapan, aku baru tahu kalau aku sudah dikadalin petugas loket karena tiket yang diberikan adalah tiket kelas Nefertiti, satu tingkat dibawah kelas sleeper dimana aku akan berada dalam satu kompartemen bersama lima orang lain. Dan, sialnya aku harus duduk tegak selama 12 jam perjalanan karena senderan kursi melekat ke dinding.

  • Scam Pelayaran Felluca (Aswan)

Pelayaran Felucca sangat terkenal di Aswan. Dulu, untuk sekedar perjalanan felucca selama 2 jam, para calo meminta biaya sampai 40 Pound Mesir dan bisa ditawar sampai sekitar 25 Pound. Biasanya, nego dengan kapten kapal langsung pasti lebih murah.

Salah satu trip felucca yang paling terkenal di Aswan adalah berlayar dari Aswan menuju Kom Ombo dan kemudian ke Edfu.  Tawarannya sih keren, karena dengan 110 Pound Mesir kita bisa berlayar sampai Kom Ombo yang berjarak 55 km dari Aswan selama 2 hari 1 malam. Sedangkan ke Edfu, ongkos lebih mahal dikit, sekitar 150 Pound Mesir, tetapi pelayaran lebih lama karena memakan waktu 3 hari dua malam. Nyatanya, selama dua hari satu malam aku berlayar, aku hanya berada sekitar 2 km diluar Aswan. Sedangkan ada grup yang sudah 3 hari 2 malam berlayar hanya berjarak 1 km lebih jauh dari felucca kami. Alasan para kapten “ngeles abis”, mulai dari menyalahkan angin, ombak, dan sebagainya…..:-p.

  • Onta Gunung Sinai.

Tinggi Gunung Sinai versi Mesir itu tak lebih dari 2000 meter, tetapi tetap saja ada yang tak sanggup mendakinya. Para pendaki yang teler tetapi sangat berharap mencapai puncak biasanya mengambil jalan singkat dengan menaiki onta yang banyak ditawarkan di sepanjang perjalanan. Sayangnya, mereka akan kecewa karena onta-onta ini tak akan pernah sampai puncak. Mereka diturunkan oleh pemilik onta di sebuah kawasan yang datang dan perlu 1-2 jam jalan mendaki sebelum benar-benar mencapai puncak Gunung Sinai. Sudah membayar mahal, ketipu, dan tak sampai puncak pulak….:-p.

  • Penjaga Tiket Museum Nubia Pulau Elephantine.

Di tengah Sungai Nil, ada sebuah pulau yang cukup terkenal bernama Pulau Elephantine karena di pulau ini ada sebuah museum yang menyimpan berbagai artefak tua peninggalan suku Nubia. Aku pernah bercerita tentang pulau ini dalam postinganku yang berjudul “Elephantine Island, Kampung Orang Nubia”. Museum ini memang menarik, tetapi petugas loket masuk ke museum sangat nakal karena suka menilep uang kembalian dengan alasan tak tersedia uang kecil. Dulu, tiket masuk seharga 7.5 Pound Mesir. Jika tidak ada uang pas, jangan harap uang kembalian diberikan oleh mereka….:-p.

  • Tukang perahu penyeberangan Philae Temple

Dari Aswan ke Abu Simbel, semua turis tidak diperbolehkan jalan sendirian karena isu keamanan sehingga pemerintah Mesir mengharuskan semua turis pergi dalam sebuah konvoi bus. Setiap orang hanya perlu membayar ongkos perjalanan saja. Dulu, rangkaian trip ini meliputi kunjungan ke bendungan Aswan dan Philae Temple yang terletak di sebuah pulau di tengah Sungai Nil. Nah perjalanan ke Philae harus dilakukan dengan perahu yang disewa dari para tukang perahu yang ada di pinggir  Sungai. Dari awal, tukang perahu sudah berniat memeras kami dengan memberi harga 40 Pound Mesir per orang padahal aslinya harga tersebut untuk penyewaan satu perahu dari dan ke Philae Temple. Karena kami membawa supir bus kami, sang tukang perahu pun tak bisa berbuat apa-apa. Dia pun sempat diomeli oleh supir bus kami.

Di tengah perjalanan, tukang perahu akan berusah meminta uang dari setiap penumpang dengan berbagai macam alasan. Jangan pernah diberikan walaupun dia mengancam karena jika dia terima uang di tengah jalan, tukang perahu pasti melarikan diri ketika kita asyik melihat-lihat Philae Temple karena sudah terima uang lebih dahulu.

  • Tukang Sado (Luxor)

Seperti tukang sado lainnya di kawasan turis, harus benar-benar jelas soal ongkos dan berapa lama ongkos berlaku jika tidak mau “dipalak”. Aku pernah mengalaminya di kota ini padahal aku hanya terlewat sedikit waktunya.

  • Provokator (Luxor)

Ada juga orang-orang iseng yang memang suka memancing keributan di keramaian. Aku tak tahu tujuannya apa, tetapi jelas kita tak mungkin menang jika emosi duluan. Balas saja dengan keisengan atau pergi menghindar.

  • Polisi Minta Uang

Polisi di Mesir terkadang iseng, terutama polisi-polisi di kawasan yang sepi. Beberapa teman tiba-tiba dikasih senjata oleh polisi supaya mereka berfoto dengan senjata tersebut. Sebagai imbalannya, polisi akan minta uang. Mereka tak minta banyak, paling 1-2 Pound Mesir. Selain itu, aku juga pernah diisengi polisi ketika bertanya jalan menuju Piramid Giza. Dia meminta uang atas hasil jerih payahnya. Karena kesal aku mengisengi balik polisi tersebut. Cerita lengkapnya bisa dibaca di buku “This is Africa”…..:-).

Copyright: Jhon Erickson Ginting

Sumber: Pengalaman Pribadi

Copyright Photo: www.travelscamming.com