Doa Seorang Ibu


Sebagai seorang laki-laki, aku sudah sangat independen dari kecil dan sangat jarang bergantung kepada siapapun. Aku juga sangat menikmati kesenderian walaupun tak pernah menolak untuk beramai-ramai.  Semasa muda, aku juga menyukai hal-hal yang ekstrim termasuk dalam melakukan perjalanan ke berbagai negara.  Semakin menatang sebuah perjalanan, semakin menariklah bagiku.

Kebiasaanku melakukan perjalanan ke negara-negara konflik dan berbahaya mungkin tak menjadi masalah bagiku, tetapi pasti menjadi masalah bagi orang-orang terdekat terutama orang-orang terdekat terutama ibuku. Bapakku sendiri, seperti bapak-bapak orang Batak lainnya sangat memberi kebebasan kepada anak laki-lakinya karena dia beranggapan laki-laki harus mengalami tantangan-tantangan dalam hidup supaya bisa disebut sebagai seorang laki-laki.  Bapakku pernah melarang pulang ke rumah ketika aku masih kuliah. Aku pun memutuskan untuk tidak pulang selama 7 tahun, menyusuri berbagai tempat dan negara di dunia dan mencari pengalaman

Sudah menjadi kebiasaanku sejak dulu kalau aku tak pernah memberitahu kemana aku pergi. Seorang teman di kantor yang sudah kuanggap sebagai kakak menganggapku seperti angin, hanya lewat begitu saja dan kemudian menghilang. Kebiasaanku yang suka menghilang sudah diketahui oleh ibuku sejak aku kuliah karena sejak dahulu aku memang suka bepergian ke berbagai tempat di Indonesia dan terkadang pergi sampai berbulan-bulan.  Sebagai anak laki-laki yang penuh pikiran tentang petualngan dan segala kegilaan, aku tak pernah berpikir tentang perasaan ibuku. Didikan bapak yang kerasa membuatku menjadi sangat independen. Yang terpenting, segala urusan yang kulakukan aku usahakan tak menyusahkan orang tua.

Alasan tak pernah memberitahu orang tuaku tentang tujuan perjalananku karena aku tak ingin membuat mereka khawatir, terutama ibuku. Tapi, seorang ibu selalu punya perasaan yang sangat dalam tentang anak-anaknya. Ketika berada di Irak, ibuku pernah tiba-tiba menelpon. Padahal, aku tak pernah memberitahunya jika aku bekerja di negara yang sedang perang ini. Nada bicaranya sangat tenang dalam telpon dan hanya berkata supaya aku baik-baik saja. Tak lebih. Dia juga melakukan hal yang sama ketika aku menjelajahi Afrika. Tiba-tiba di meneloponku setelah aku tak memberi kabar selama beberapa bulan. Sekali lagi dengan santainya dia bilang supaya aku berhati-hati. 

A mom' pray

Ketenangan ibuku membuatku berasumsi jika dia baik-baik saja dengan segala perjalananku ke berbagai tempat berbahaya. Ternyata tidak, itu hanya ada dalam pikiranku saja. Ibuku ternyata sanga concern dengan keselamatan jiwaku. Aku baru mengetahuinya ketika dia sudah tiada. Suatu saat aku ngobrol dengan adik perempuanku yang terkecil. Dia bercerita bagaimana ibuku sangat khawatir dengan keselamatanku dan juga bingung bagaimana harus memulangkan mayatku jika aku benar-benar terbunuh di negara-negara konflik yang kukunjungi. Adikku bercerita jika ibuku bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk berdoa bagi kami semua anak-anaknya, terutama soal keselamatanku. Ternyata ibuku tak berbeda jauh denganku. Dia hanya tak pernah mengatakan perasaaannya karena tak ingin membuatku khawatir.

Kini ibuku telah berada di alam sana. Tak mungkin dia berdoa lagi buatku. Tapi, doa yang telah ditaburkannya mungkin telah menyentuh hati Tuhan untuk melepaskanku dari berbagai bahaya dan bisa pulang kembali ke Indonesia dalam keadaan hidup.  Meloloskan diri dari orang-orang yang marah di Nepal yang berteriak ingin membunuhku dan teman-teman dalam rombonganku, pulang tanpa insiden sekalipun selama bekerja di Irak, lolos dari perang sipil dan jebakan penipu di Kenya, lolos dari incaran anggota geng di perbatasan Kongo-Rwanda atau bertarung dengan anak-anak jalanan Mombasa adalah beberapa diantaranya. Tak sekalipun juga aku dirampok ketika menyusuri lorong-lorong gelap di berbagai kota yang dianggap berbahaya di dunia.  Aku memang selalu hobi menelusuri “dunia bawah tanah” di berbagai tempat yang kukunjungi dan sebagian diantaranya bukanlah hal kuanjurkan karena bisa didefiniskan sebagai tindak kriminal. Aku mungkin hanya beruntung, tapi aku juga tak menafikan jika ada kekuatan doa yang mem-backup-ku. Doa ibuku dan doa sahabat-sahabatku.

Bagi teman-teman yang masih punya ibu, jangan lupa untuk berdoa untuk kesehatannya. Jangan lupa pulang untuk sekedar menjenguknya.  Orang tua terutama di Asia, khususnya Indonesia jarang mengungkapkan perasaan terhadap anak-anaknya. Semoga cerita ini sedikit banyak bisa menggugah teman-teman untuk sedikit meluangkan waktu untuk menunjukkan cinta kepada ibu. Selamat hari ibu…….

Copyright: Jhon Erickson Ginting

Sumber: Pengalaman Pribadi

Copyright Photo: www.bereaneagles.org