Jakarta Dan Orang-Orangnya (Jakarta and The People)


Sering kita sudah bepergian jauh, tapi lupa “kampung” sendiri. Salah satu kebiasaanku setiap kali masuk sebuah kota adalah berjalan kaki menjelajahi kawasan-kawasan di kota tersebut, tak terkecuali Jakarta. Minggu pertama kerja di Jakarta di tahun 1998, aku menjelajahi kawasan di Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Timur sambil berjalan kaki. Aku melewati kampung-kampung kumuh sendirian. Sebelumnya aku hanya lihat Jakarta “dari jauh” sehingga apa yang kulihat benar-benar membuka mataku tentang Jakarta. Busa-busa dan sampah-sampah yang hampir setinggi rumah mendominasi sungai-sungai yang mengalir di Jakarta. Selain itu bantaran sungai dipenuhi kampung-kampung kumuh berdiri di bantaran sungai-sungai tersebut.  Satu hal yang sangat kusayangkan saat itu adalah aku belum cukup uang untuk membeli kamera dan menangkap semua dalam gambar…….:-p.

Aku sempat pergi jauh dan kemudian kembali ke kota yang sebenarnya tak begitu aku sukai ini. Aku tinggal di Jakarta “on and off” dan paling lama 1,5 tahun saja sebelum akhirnya kembali dan memutuskan untuk menetap di kota ini selama 6 tahun terakhir.  Kali ini aku punya sedikit foto-foto tentang Jakarta walaupun tak mencakup seluruhnya karena beberapa tahun terakhir aku rada malas motret. Kita mulai dengan kotanya dulu.

Langit Jakarta

Langit Jakarta

Between The Poor and The Rich...Contrast

Between The Poor and The Rich…Contrast

"Terbakar"

“Terbakar”

Ternyata Jakarta bisa terlihat indah juga ya……:-). Tentunya kalau tidak ditambah dengan foto yang di bawah ini….:-p.

Macet

Macet

Soal orang Jakarta, aku juga sempat memotret aktivitas sebagian dari mereka seperti merayakan Hari Kemerdekaan:

Ternyata nyium pepaya itu lebih asoy bo...:-)

Ternyata nyium pepaya itu lebih asoy bo…:-)

Hm.....pepaya itu enak...:-)

Hm…..pepaya itu enak…:-)

Nih kerupuk gimana cara makannya yak......

Nih kerupuk gimana cara makannya yak……

Gini loh cara makannya.....Nyaaaammm

Gini loh cara makannya…..Nyaaaammm

Perang Bantal

Saling Tabok….

Sial....kena tabok gua.....

Sial….kena tabok gua…..

Weeee....nggak kena....nggak kena....

Weeee….nggak kena….nggak kena….

Terjun Bebas Untuk Indonesia.....:-)

Terjun Bebas Untuk Indonesia…..:-)

Orang-orang yang katanya “Non Jakarta” yang ikut “merayakan imlek”

Muka-muka yang penuh harap

Wajah-Wajah  yang penuh harap

Kerumunan Orang Yang Berharap Secuil Rejeki

Kerumunan Orang Yang Berharap Secuil Rejeki

Beberapa tahun tinggal di luar Indonesia membuatku tidak “aware” tentang kondisi Indonesia sampai aku diajak untuk hunting pas imlek tahun 2009. Aku tak pernah berpikir bakal ada orang-orang dengan penuh harap seperti ini untuk mendapat angpao dari para pejiarah. Aku berpikir hal seperti ini hanya ada di Afrika. Ternyata aku salah. Kenyataan seperti ini tak hanya terjadi di Jakarta, tetapi di berbagai tempat di Indonesia bahkan sampai ada yang mati karen berdesak-desakkan karena rebutan sesuatu yang tak senilai jika ditukar dengan nyawa. What can we do about it? 

Yup, orang Jakarta tak lupa untuk menghibur diri. Selain mal-mal yang bertebara, kota tua menjadi alternatif “menikmati hidup” dengan cara yang lebih sehat dan murah meriah.

Siapa bermain apa dia akan terbakar...:-)

Siapa bermain apa dia akan terbakar…:-)

Hi little fella...don't burn my butt......:-)

Hi little fella…don’t burn my butt……:-)

I do this for you my son.......

I do this for you my son…….

Meriam....Meriam.....Aku padamu pokoke.....oh...

Meriam….Meriam…..Aku padamu pokoke…..oh…

Enjoying the show....

Enjoying the show….

Setiap fotografer amatir pasti menjadikan sepeda2 ini jadi objeknya....:-p

Setiap fotografer amatir pasti menjadikan sepeda2 ini jadi objeknya….:-p

Copyright: Jhon Erickson Ginting

Sumber: Pegalaman Pribadi

Copyright Photo: Jhon Erickson Ginting