Traveling Sambil Kerja


Sebenarnya aku masih punya dua serie lagi tentang calo, penipu dan scam. Tapi, mungkin para pembaca akan bosan jika aku terus-terusan menulis tentang hal -hal tersebut. Aku pikir adalah hal yang bijaksana jika diselingi cerita yang berbeda. Kali ini aku mau sedikit memberi ide tentang traveling sambil kerja. Beberapa orang pernah bertanya kepadaku soal ini di dalam blog. Mungkin tulisan ini bisa memberi sedikit jawaban.  Seperti biasa, aku mengambil contoh dari beberapa teman seperjalananku selain pengalamanku sendiri tentunya. Beberapa profesi memang fleksible, bisa dilakukan sambil jalan-jalan ke berbagai negara di dunia.

World-Travel-Slider

1. Guru Bahasa Inggris

Profesi  ini yang paling sering digunakan oleh para traveler untuk mencari uang selama perjalanannya. Aku sudah bertemu banyak traveler terutama dari Inggris dan Amerika yang mengajar bahasa Inggris di negara-negara lain, terutama di negara-negara Asia. Untuk menjadi guru bahasa Inggris, harus ada sertifikat yang diraih. Untuk yang bukan “native speaker” (Inggris dan AS), persayaratannya sedikit lebih berat, ada beberapa kualifikasi sertifikat yang harus diraih sebelum bisa mengajar.  

Seorang traveler asal Inggris yang kutemui di Gunung Kinabalu sana  mengaku bahwa dia tak pernah pulang ke negaranya selama 5 tahun dan hanya menghidupi dirinya selama traveling ke berbagai negara dengan mengajar bahasa Inggris di berbagai kursus dan juga sekolah. Mungkin, traveler asal Indonesia bisa mencoba cara yang satu ini kalau berminat, terutama yang bahasa Inggrisnya jago. Biar travelnya bisa  panjang dan nggak cuma 2 minggu ngarepin liburan dari kantor……:-p.

2. Sukarelawan

Selama perjalananku di Afrika, aku bertemu banyak sekali sukarelawan. Maklumlah Afrika adalah benua termiskin di planet ini. Segala macam NGO ada disini mulai dari yang kecil sampai NGO sekelas UNESCO, UNHCR dan lain-lain yang berafiliasi ke PBB ada disana. Banyak sekali tenaga yang dibutuhkan. Bayaran menjadi NGO taklah mahal, tapi cukuplah untuk bisa hidup sebulan selama di Afrika. Seorang teman di tim Bala Keselamatan pernah menawariku menjadi sukarelawan mengajar IPA di sekolah mereka dengan bayaran $ 500 per bulan. Not bad, huh………

3. Web designer/IT consultant

Sewaktu nongkrong di Kairo, aku bertemu dengan seorang teman dari Jerman yang kebetulan satu penginapan denganku. Menurutku dia sedikit eksentrik karena hanya keluar di waktu pagi dan kemudian “ngendog” kembali di kamarnya sampai malam. Di sebuah kesempatan, aku bertanya kenapa dia sepertinya tak pernah “menikmati” Kairo dan hanya mengurung diri seharian di kamar. Dia menjawab bahwa dia sedang bekerja. Tak ingin membuatku penasaran teman baru ini kemudian mengaku  bekerja sebagai konsultan IT. Pekerjaan seperti yang dilakukannya  tidak memerlukan kantor, hanya modal laptop dan koneksi internet. Ketika kutanya kenapa memilih Kairo. Dengan santainya dia menjawab bahwa di hanya memilih secara random saja. Selama ini dia sudah bepergian ke berbagai negara tapi tak pernah benar-benar menikmati perjalanannya karena kebanyakan dia hanya mengurung diri di kamar. Menjadi seorang konsultan IT ataupun web designer adalah pekerjaan yang sangat bagus karena tak mengenal waktu kerja yang kaku dan bisa kerja dari mana saja. Tapi, bepergian ke berbagai negara hanya mengurung diri kamar menurutku adalah sebuah kesia-siaan. Mungkin temanku asal Jerman tersebut perlu sedikit kreatif supaya dia bisa menikmati negara-negara yang dikunjunginya……

workabroad

4. “Nyuci Piring”

Aku membuat “nyuci pring” sebagai profesi sebenarnya untuk mewakili teman-teman yang bekerja informal di berbagai penginapan, hotel, restoran, dan sebagainya. Banyak teman-teman travelerku yang memilih kerja informal seperti ini. Biasanya pemilik restoran dan hotel yang menampung mereka adalah bekas traveler juga yang tahu suka-dukanya traveling dengan modal dengkul. Tak sedikit traveler yang akhirnya berlabuh di sebuah tempat dan memulai usaha. Aku pernah sedikit cerita soal ini di tulisanku yang berjudul “Wanita-wanita Traveler dan Pebisnis”.  Jujur saja, aku sempat berpikir untuk membeli tanah dan membangun penginapan di Pulau Zanzibar, Tanzania karena jatuh cinta dengan kehidupan disana. Tapi, setelah berpikir lebih waras, aku mengurungkan niatku….

5. Instruktur Arung Jeram

Profesi ini memang tak umum tapi percayalah banyak teman-teman travelerku yang menjadikan profesi ini sebagai modal mereka untuk keliling dunia. Jangan disamakan arung jeram  seperti di Citarik atau Citatih yang cuma “ecek-ecek”. Aku bicara soal arung jeram dengan tingkat kesulitan grade 4 dan 5. Aku pernah mencobanya di Sungai Nil atau yagn lebih dikenal “White Nile” di Jinja Uganda sana. Banyak traveler-traveler bule  yang menjadi instruktur dan kebetulan salah satunya adalah temanku yang berasal dari Italia.

6. Pemetik Buah

Beberapa teman seperjalananku pernah bekerja sebagai pemetik buah untuk ngumpulin modal buat melanjutkan perjalanannya. Traveler-traveler yang keliling di Asia dan Australia selalu menjadikan Australia sebagai tujuan terakhir sebelum melanjutkan perjalanan panjang mereka kembali terutama saat panen buah tiba.  Tak hanya di Australia, Israel juga banyak menerima para traveler yang bekerja di Kibutz (pertanian kolektif) sebagai pemetik buah. Pekerjaan yang sangat gampang dan duitnya juga lumayan. Di negara yang sudah maju, apapun yang dilakukan dengan tangan duitnya pasti lumayan. Di Indonesia? Jangan pernah berharap bisa ngumpulin modal untuk traveling jika hanya jadi pemetik buah…….:-p.

backpacker_work_main

7. Kerja Profesional

Kerja profesional bisa juga menjadi cara untuk traveling ke berbagai negara di dunia apapun jenis pekerjaannya. Aku sendiri bekerja sebagai “tukang gali minyak”. Aku tak punya masalah untuk kerja profesional sambil traveling ke berbagai tempat di dunia. Biasanya aku kerja kontrak beberapa bulan atau tahun. Setelah kontrak habis, aku pun keluyuran kesana kemarin  beberapa bulan dan paling lama pernah hampir setahun. Aku berpindah dari satu negara ke negara yang lain karena pekerjaanku. Teman-teman yang punya pekerjaan seperti wartawan, pilot, pramugari, pekerja hotel, chef, bartender, konsultan, fotografer atau awak kapal punya kesempatan sepertiku asal punya sedikit sense dan keberanian.

Kerja profesional dengan sistem rotasional adalah kerja yang paling aku suka. Satu bulan kerja dan satu bulan libur. Selama satu bulan libur, aku bisa manfaatkan untuk jalan-jalan ke berbagai tempat, apalagi kalau aku kerja rotasional di negara orang lain. That’s “heaven” dude (when I am still single offcourse)…….:-)

Mungkin masih banyak pekerjaan-pekerjaan fleksibel lain yang bisa dilakukan sambil jalan-jalan ke berbagai negara. Tapi, aku baru bisa mendata sebagian saja berdasarkan pengalamanku traveling. Jika ada teman-teman yang punya ide, mungkin bisa ditambahkan. Kali-kali aja bermanfaat bagi orang lain……

Copyright: Jhon Erickson Ginting Sumber:

Pengalaman Pribadi

Copyright Photos:  www.movelifestyle.com , www.cairns.com.au  and b2b.meetplango.com