Piramid Giza: Antara Calo, Tukang Onta, Dan Sampah


Piramid Giza adalah salah satu tujuan turis paling utama di dunia. Turis yang pakai sendal sampai turis dengan dandanan yang sangat fancy berbondong-bondong datang kesini. Kalau melihat banyaknya turis yang datang, aku tak akan pernah berpikir untuk menjadikan tempat ini tujuan perjalananku. Tetapi, terlalu sayang bagiku untuk melewatkan sesuatu yang sangat purba dan merupakan salah satu tujuh keajaiban dunia zaman kuno. Selalu ada yang menarik bagiku untuk sesuatu yang sangat kuno dan eksotis.

Kompleks Piramid Giza

Menurut ahli sejarah, kompleks piramid ini dibangun sekitar 2500 B.C pada jaman kerajaan dinasti ke-empat Mesir Kuno. Seperti fungsi piramid pada umumnya, kompleks piramid Giza ini adalah sebuah kompleks kuburan kuno. Tiga piramid besar diperuntukkan untuk kuburan tiga firaun jaman dinasti ke-empat Mesir tersebut yaitu Khufu, khafre, dan Mankhaure. Sedangkan tiga piramid kecil diperuntukkan untuk anak perempuan, istri, dan ibu Firaun Kufu. Di sekeliling enam piramid Giza ini ada banyak kuburan-kuburan kuno yang diperuntukkan untuk keluarga-keluarga kerajaan, bangsawan-bangsawan, dan kalangan elit pada masa itu.

Foto ini pernah menjadi Photo Of The Day di http://www.webshots.com

Paling mudah menuju ke kompleks piramid adalah dengan menggunakan tour karena bus turis pasti langsung berhenti di pintu masuk. Lain ceritanya denganku yang memilih datang kesini pakai nyasar. Supir taksi dari awal sudah berniat mengerjaiku dengan membawaku kepada seorang tukang onta yang berniat “memalakku” 500 EP untuk sebuah perjalanan ”bersejarah” naik onta ke piramid Giza selam 2 jam….:-p. Ketika aku tidak setuju dengan niat si supir taksi dan tukang onta, aku diturunkan begitu saja di tengah perkampungan kumuh di sekitar kompleks piramid. Puluhan penipu dan calo langsung mengerubungiku menawarkan berbagai macam “jasa”. Sialnya lagi, aku harus berjalan melewati lorong-lorong perkampungan sebelum berhasil menemukan jalan ke kompleks piramid. Seorang polisi telah “menungguku” begitu aku berada di jalan raya. Lepas dari mulut singa masuk mulut buaya. Polisi dari awal tidak berniat menolongku tetapi berusaha “memalakku”. Untung saja pintu masuk ke kompleks piramid tak jauh sehingga sang polisi mengurungkan niatnya untuk “memalakku” karena takut ketahuan komandannya yang berjaga di depan pintu gerbang kompleks piramid.

Sphinx

Salah satu bentuk “pemalakan” yang paling parah di kompleks piramid ini adalah soal makanan dan minuman. Beberapa teman di penginapanku memberi masukan supaya aku membawa makanan dan minuman dari luar sebelum masuk ke dalam kompleks piramid. Alasannya  harga makanan dan minuman di dalam kompleks piramid Giza bisa mencapai 4 kali harga normal. Untuk mengakali asupan tubuhku selama menjelajahi kawasan piramid ini dengan jalan kaki, aku membawa tiga batang coklat bar dan juga dua botol air mineral. Rugi rasanya kalau “dipalak” soal makanan dan minuman.

Camel Rider

Tukang Onta Yang Galak…..

Tukang onta dan kuda juga tak mau ketinggalan untuk mengais dollar dari para turis. Disini, memotret tukang kuda atau tukang onta saja harus pakai bayar. Kalau tidak diberi uang, mereka pasti mencak-mencak dan memaksa orang yang motret untuk menghapus foto mereka. Padahal mereka sendiri yang minta difoto. Bukan hanya motret onta yang bayar, megang onta saja bayar….:-p. Tak ada yang gratis di tempat ini. Kalaupun mau naik onta atau kuda mesti hati-hati karena walaupun telah sepakat di awal, mereka sering minta tambahan lagi.

Sampah Di Giza

Mungkin efek yang paling parah dari komersialisasi tempat bersejarah seperti piramid Giza ini adalah sampah. Tetap saja ada orang yang tidak perduli dengan situs kuno seperti piramid Giza yang sudah menjadi warisan dunia ini. Sampah-sampah berserakan disana-sini. Sayang, tempat bersejarah seperti ini harus dipenuhi sampah dari orang-orang yang tak bertanggung jawab. Sebuah konsekuensi dari sebuah situs kuno yang menjadi tempat yang sangat turistik.

Cerita perjalananku yang lain di Mesir:

Gara-Gara Tampang Arab Elephantine Island Kampung Orang Nubia Orang Koptik….Dan Semua Orang Mesir Bersaudara Perjalanan Di Mesir Dalam Gambar Copyright: Jhon Erickson Ginting Sumber: Pengalaman Pribadi Copyright Photo: Jhon Erickson Ginting