Tak Ada Pengemis Di Singapura Lah Pak John……


Aku sudah sering membaca di blog-ku bahwa banyak orang search soal pengemis di Singapura. Aku heran juga kenapa mereka mencari tahu soal pengemis di Singapura. Gara-gara hal itu aku jadi ingat percakapanku dengan salah satu teman akrabku yang orang Singapura ketika kami bekerja Kuala  Lumpur sana.  Sebut saja namanya Rahman. Saat itu kami terlibat obrolan soal tingkat kesejahteraan di Asia Tenggara.  Salah satu topik obrolan kami adalah soal pengemis.

“Tak ada pengemis di Singapura Pak John,” katanya dengan logat Indonesia karena dia memang pernah tinggal dan bekerja di Jakarta.

“Kok Pak Rahman bisa tahu. Aku tak percayalah,” ucapku dengan logat melayu Medan.

“Kalau Pak John ke Singapore, boleh carilah tu pengemis,” katanya menantangku.

“Kalau aku bisa ketemu gimana Pak?” tanyaku menantangnya.

“Aku traktir makan,” ucapnya optimis kalau aku tak bakal bertemu pengemis.

Akupun menerima tantangannya. Pak Rahman tak tahu kalau aku selalu pergi ke tempat-tempat yang tidak umum didatangi oleh orang.  Biasanya, aku memang selalu doyan pergi ke “tempat jin buang anak” mencari tahu sesuatu yang berbeda. Pergilah aku ke Singapura dengan kereta api malam dan tiba sekitar jam 8 pagi di Singapura. Terus terang saat itu aku belum pernah ke Singapura untuk urusan jalan-jalan. Aku pernah kesini sebelumnya hanya untuk urusan kantor, jadi bisa dibilang aku “buta” soal Singapura. Dimulailah petualanganku mencari pengemis di Singapura karena aku memang tak percaya kata-kata Pak Rahman temanku itu. Aku langsung pergi ke Bugis Junction dan Little India untuk mencari penginapan murah. Setelah mendapat penginapan murah, aku langsung menyelusuri lorong-lorong di sekitar Bugis Junction, Little India, dan berbagai tempat yang aku lupa namanya. Tak sebegitu susah rupanya untuk mencari pengemis di Singapura karena di pusat keramaian pasti mereka ada walaupun hanya satu dua. Aku juga menyusuri China Town yang memang tak populer bagi turis yang pergi ke SIngapura. Disanapun aku bertemu dengan orang-orang yang kurang beruntung ini. Akupun balik ke Kuala Lumpur dengan hati sedikit pongah.

Aku langsung menemui Pak Rahman ketika aku kembali ke kantor. Setiap pagi dia memang ikut meeting dengan kami.  Aku tunjukkan foto-foto yang kudapatkan. Pak Rahman cuma bisa bisa komentar, “ Dari mana Pak John dapat ini?”

“Pak Rahman, aku selalu pergi ke tempat orang tidak mau pergi. Aku bilang aku pasti dapat. Tak semua orang Singapura kaya dan beruntung Pak.”

“Hebatlah, Pak John ni,” katanya sambil geleng-geleng kepala.

“Bukan hebat Pak. Pak Rahman saja yang tak pernah jalan-jalan di Singapore lagi. Kebanyakan tinggal di luar Singopore. Baliklah sekali-sekali.”

Orang Kurang Beruntung Di Singapura

Sekaya apapun suatu negeri, pasti selalu ada yang kurang beruntung. Mereka selalu ada. Aku sudah pergi ke tigapuluh negara di dunia dan aku selalu menemukan orang-orang seperti ini. Ada putih, ada hitam. Ada tinggi, ada pendek. Ada kaya dan ada yang miskin. Mudah-mudahan bila Tuhan memberi belas kasihanNya kita tak menjadi golongan yang terakhir kusebutkan. Dan, tak perlu pongah jika menjadi golongan yang kaya. Mengucap syukurlah selalu……..

Copyright: Jhon Erickson Ginting

Sumber: Pengalaman Pribadi

Copyright Photo: Jhon Erickson Ginting