“Pssssst”………….. Cara Memanggil Khas Tanzania


Bahasa Swahili menurutku adalah salah satu “bahasa yang seksi”. Bahasa yang berasal dari campuran bahasa suku asli Afrika dan bahasa Arab  ini banyak digunakan di Afrika bagian timur terutama di Tanzania dan Kenya.  Salah satu kata yang kusuk dari bahasa Swahili adalah “Mambo” dan “Jambo”.  Dua kata ini adalah kata sapaan yang umum di Tanzania dan Kenya yang artinya kurang lebih apa kabar.  Orang yang disapa  “Mambo” atau lengkapnya “Mambo Vipi” akan membalas dengan “Mambo poa”, kabar baik. Sedangkan jika seseorang menyapa “Jambo” atau “Hujambo”, yang disapa akan menjawab “Sijambo”.

Hari pertama aku tiba di Dar Es Salaam Tanzania, aku sudah disapa Mambo Vipi oleh beberapa orang Rasta. Karena tidak membaca buku panduan dan belajar Swahili sebelum datang ke Tanzania, aku tidak tahu kenapa mereka menyapaku “Mambo” dan “Jambo”. Aku malah berpikir mereka mau jual ganja dan menjebakku. Para Rasta memang sudah terkenal sebagai penjual ganja dan “suka bergaul” dengan polisi untuk menjebak turis yang membeli ganja.  Wajar saja aku sedikit hati-hati menghadapi mereka.

Berbeda dengan di Kenya yang hanya mengenal “Mambo” dan “Jambo” untuk menyapa, di Tanzania ada satu kata lain yang sering digunakan untuknya menyapa, “pssst”. Awalnya juga aku tidak mengerti maksud orang yang menyapaku “pssst” dan malah menganggap orang yang memanggil dengan cara ini adalah gay. Maklumlah, kata “pssst” biasanya digunakan untuk memanggila lawan jenis dengan cara yang sedikit melecehkan. Walaupun ku akhirnya mengerti maksud dari sapaan “pssst” ini, aku tetap tak suka jika ada orang yang memanggilku dengan sapaan tersebut.

Ketidaksukaan terhadap orang yang memanggilan dengan “pssst” akhirnya menelan “korban”, tepatnya korban keisenganku. Saat itu aku sedang berjalan kaki di kawasan Postal (Kantor Pos) di downtown Dar Es Salaam bersama Tim, teman seperjalananku. Seorang anak yang mau menjual barang dagangannya tiba-tiba  memaggilku dengan ucapan “pssst” tadi. Hari yang panas membuat otakku sedikit nggak beres dan mulai usil. Aku membalasa panggilan si anak tadi dengan “muacccchhh” sambil memonyongkan mulutku. Si anak langsung lari ketakutan, dia kira mungkin aku gay yang ingin menciumnya. Tim yang melihat apa yang kulakukan langsung tertawa ngakak.

“What the hell you are doing, dude !! Look at the boy. He was freaking out, man !!” kata Tim sambil tertawa mengomentari keisenganku.

“I was just fooling around, dude. I never thought he would be so frightened,” balasku cuek.

Anak itu terus melihat kami dan selalu menjauh jika kami mendekat. Sepertinya dia kapok memanggil “pssst” lagi….:-p.

Copyright: Jhon Erickson Ginting
Sumber: Pengalaman Pribadi