“Big Is Beautiful”


Setelah traveling di Afrika, aku baru mengerti kalau arti kata cantik itu sangat relatif sifatnya tergantung dari siapa yang melihat, cita rasa seseorang dan budaya yang mempengaruhi. Bagi salah satu suku di Amazon cantik itu bila si wanita punya telinga yang panjang sehingga kuping mereka digantungi pemberat supaya bisa melar. Di belahan bumi yang lain ada suku yang menganggap seorang wanita cantik itu  punya leher yang panjang sehingga wanita-wanita suku tersebut mengalungi leher mereka dengan gelang-gelang. Sangat jelas bahwa konsep wanita cantik versi Indonesia sangat berbeda jauh dengan versi suku-suku ini.

Bagi orang Afrika pada umumnya, wanita yang disebut cantik itu adalah wanita-wanita yang bertubuh subur. Tadinya aku mengira temanku seorang wanita gendut pendek dari Kanada kelahiran Kenya (yang “pede”-nya minta ampun!!!) mengada-ngada saat dia mengaku banyak dilamar cowok-cowok Afrika. Menurut pengakuannya yang super duper berlebihan, dia pernah dipinang dengan 20,000 onta di Mesir. Wah, angka yang sangat fantastis!!! Pasti yang melamarnya seorang Sheikh…..:-p.  Walaupun menurutku angka 20,000 onta itu terlalu mengada-ngada, aku mengiyakan saja apa yang dikatakannya. Daripada benjol “ditimpe” sama dia……:-).

Aku lalu bertanya kepada beberapa teman asli Afrika di beberapa negara yang kukunjungi disana soal  wanita cantik versi Afrika. Jawaban mereka hampir sama, wanita cantik versi Afrika adalah yang bertubuh subur. Menurut mereka, sebagian besar orang Afrika percaya bahwa wanita yang bertubuh subur (baca: gemuk) melambangkan kemakmuran dan kesuburan.  Seorang wanita yang bertubuh subur pastilah orang kaya dan juga mampu melahirkan keturunan yang baik dalam pandangan teman-temanku ini.

Awalnya aku menganggap jika konsep “Big is beautiful” hanya berlaku untuk wanita saja, tapi konsep tersebut juga berlaku untuk pria. Wanita-wanita Afrika rupanya lebih doyan kepada pria yang bertubuh gede. Dalam perjalanku di Malawi dan Tanzania, aku selalu bersama Tim dan beberapa teman lainnya dari negara lain. Salah satu dari temanku ini adalah Kevin yang berasal dari Irlandia. Dibanding yang lain Kevin bertubuh kecil, hanya punya tinggi sekitar 160 cm. Dalam persaingan mendapatkan wanita Afrika Kevin selalu kalah. Kevin pasti selalu dicuekin dan tidak pernah dilirik oleh wanita. Tim yang paling sering dikerubungi wanita karena dia yang paling gede diantara kami. Tim yang punya tinggi 185 cm dengan tampang mirip orang Viking dengan rambut merah selalu menjadi incaran para wanita Afrika dimanapun dan kapanpun. Aku sendiri punya ukuran tubuh yang cukup besar (176.8 cm) dengan mudah menarik perhatian wanita-wanita disana walaupun aku sangat tidak menikmati perhatian mereka karena lebih banyak menganggunya dari enaknya.  Aku jadi merasa sedikit kasihan dengan Kevin. Dia selalu minta pulang duluan jika kami nongkrong di bar karena tak ada wanita yang mau mendekatinya. Kalau di Asia Tenggara, bule-bule macam Kevin pasti selalu menang dalam perebutan wanita karena para wanita disini lebih senang memilih pria berkulit putih. Di Afrika ini aturannya memang beda!! Cewek lebih memilih cowok yang gede badannya, urusan bule tidak bule tak jadi soal. Yah apa boleh buat, seperti yang selalu aku dan Tim ucapkan, “TIA…..This is Africa!!!” Afrika punya aturan sendiri. Beruntunglah orang-orang yang bertubuh besar di Afrika…:-)

Copyright: Jhon Erickson Ginting
Sumber: Pengalaman Pribadi