Rampok Penakut


Hanoi tidaklah dikenal sebagai kota yang kriminalitasnya tinggi. “Kriminalitas” yang terjadi di kota ini umumnya adalah penipuan atau scam terhadap turis asing yang seringnya tidak dianggap criminal oleh polisi di Hanoi. Penipuan merajalela mulai dari bandara. Bahkan, penipu di bandara punya badge seperti petugas resmi.

Nah, kali ini aku mengalami hal yang sedikit berbeda. Suatu malam di Hanoi, aku menyempatkan diri untuk menonton pertunjukan water puppet (boneka air). Pertunjukan water puppet ini memang ditujukan terutama untuk turis. Orang Vietnam bosan kali ngelihat beginian setiap hari. Pertunjukan pertama dimulai pukul 5 sore dan malam pukul 8 malam. Aku menonton pertunjukan yang kedua. Termpat pertunjukan memang tidak jauh dari hotel tempat aku menginap dan masih masuk kawasan Old Quarter. Letaknya persis di pertigaan di seberang Erhai Lake. Pertunjukan berlangsung sekitar 1.5 jam dihitung dengan keterlambatan dan intermeso.

Pukul 9:30 malam pertunjukan selesai dan aku baru balik ke penginapan pukul 10:30 malam. Aku berjalan santai saja karena merasa tidak bakalan ada preman di gang-gang di Old Quarter seperti gang-gang di Jakarta yang doyan minta uang numpang lewat..:-p. Saat itu kawasan Old Quarter belum seramai sekarang. Apalagi aku melewati gang yang memang sepi dan gelap. Baru saja masuk ke gang ini, seseorang muncul dari belakang mengikutiku. Aku langsung waspada dan instingku bersiaga. Jalan dari tempat pertunjukan ke penginapanku sekitar 15-20 menit jalan kaki (santai). Orang itu masih terus menguntitku dari belakang dan tidak mau mendahuluiku. Hanya kami berdua yang ada di jalanan. Aku tidak tahu maksudnya dan terus terang aku juga tidak mau jadik korban. Melihat dia sendirian saja, otakku langsung pasang ancang-ancang untuk menyerangnya terlebih dahulu. Peduli amat. Aku merasa kesal juga terus diikuti.

Aku melihat kesempatan untuk menyerangnya ketika ada lorong gelap sepi yang lain di sebelah kananku dan masuk ke dalam lorong gelap tersebut untuk bersembunyi. Aku berdiam disana sampai menunggu orang yang mengikutiku mendekat. Aku menunggu sambil terus waspada kalau ada orang lain bersamanya. Ketika dia mendekat, aku langsung mengejutkannya sambil muncul tiba-tiba dari tempat persembunyianku dan memasang kuda-kuda untuk menyerang. Aku memang sudah siap untuk berantem. Reaksi dari si penguntit tidak seperti yang kuduga. Melihat aku sudah pasang kuda-kuda dan pasang muka sangar diapun ngibrit mengambil langkah seribu. Aku yang tadinya tegang malah jadi ketawa bengong. Aku tidak pernah berpikir dia bakal ngibirit. Benar-benar kejadian yang aneh……:-p.

Copyright: Jhon Erickson Ginting

Sumber: Pengalaman Pribadi

About these ads