Perjalanan di Mesir Dalam Gambar


Mesir adalah negara pertama di Afrika yang aku jelajahi. Aku memulai perjalananku di Afrika lewat kota pelabuhan Nuweiba di Sinai Mesir setelah 8.5 jam “naik” kapal Ferry dari Aqaba. Dari Nuweiba aku naik bus menuju Dahab.

Gambar Dahab

Tak banyak foto yang kuambil di Dahab, Sinai. Aku juga lupa bawa kamera ketika snorkling di Blue Hole. So, hanya ini foto yang kupunya

Mendaki Gunung Sinai adalah hal lain yang kulakukan di Sinai. Uniknya pemanduku bernama Musa…

Pemandangan Dari Puncak Gunung Sinai

Sebuah Chapel di Puncak Gunung Sinai

Dari puncak gunung Sinai, aku menuju Gereja St.Catherine yang terletak di kaki gunung. Di dalam gereja ini ada sesuatu yang selalu dikunjungi oleh ribuan turis dari berbagai macam agama, yaitu semak-semak Nabi Musa yang terbakar. Tentunya semak-semak tidak sedang terbakar……

Tower of St Catherine Church, Sinai

Jenis semak yang terbakar saat Nabi Musa berhadapan langsung dengan Tuhan

Setelah bosan di Dahab, perjalanan aku lanjutkan ke Kairo dengan bus malam yang penuh dengan pemeriksaan dokumen di sepanjang Sinai. Aku tiba pukul 6 pagi di terminal selatan dan naik taxi seharga 20 pound Mesir ke Midan Tahrir, pusat kota Kairo yang menjadi tempat berkumpulnya para Demonstran yang menumbangkan Presiden Husni Mubarak. Di masai damai, pusat kota Kairo ini adalah pusat berkumpulnya traveler dari berbagai belahan dunia. Selama di Kairo, aku sempatkan menonton final Piala Afrika lewat TV. Aku menyusuri Kairo dengan jalan kaki dan naik kereta bawah tanah.

Giza Pyramid dengan latar belakang Kota Kairo. Aku mengambil foto ini dari gurun sambil duduk di sebuah kuda

Kairo di waktu malam. Foto ini kuambil sambil santai di Sungai Nil setelah malam yang menyebalkan naik bus dari Dahab ke Kairo

Menara Masjid Al Azhar yang terkenal itu.

Keseharian Penduduk Kairo

Rupanya Kemacetan bukan hanya milik Jakarta

Ini bukan gambar para Demonstran di Midan Tahrir tetapi orang Mesir yang lagi merayakan kemenangan kesebelasan di Piala Afrika 2008 atas Kamerun 1-0. Tempatnya sama Midan Tahrir

Aku harus menunggu selama satu jam di satu tempat di dekat Benteng Sulayman bersama teman di Kairo Alnof yang jadi mahasiswa di Al Azhar. Sunset yang kami tunggu pun tiba dengan indahnya.

Berlama-lama di Kairo membuatku sedikit bosan. Aku melanjutkan perjalanan ke Aswan yang terletak di Lower Egypt dengan naik kereta api selam 12 jam. Dari Aswan aku mengunjungi Abu Simbel dengan kawalan polisi. Sepulang dari Abu Simbel kami singgah sebentar di Philae Temple yang terletak di tengah Sungai Nil dengan sedikit berdebat dengan tukang perahu yang semena-mena menaikkan harga.

Felucca dengan latar belakang sunset di Sungai Nil

Kuil Abu Simbel yang menjadi salah lokasi pembuatan film The Mummy-2

Philae Temple

Philae Temple lage….

Dari Aswan aku berlayar naik Felucca kearah Utara tepatnya Kom Ombo tetapi janji tinggal janji bulan madu hanya mimpi….:-p. Felucca yang aku tumpungai hanya nyampai 3 kilometer dari Aswan setelah berlayar 2 hari. Padahal janjinya sampai ke Kom Ombo. Aku melanjutkan perjalanan ke Kom Ombo dengan minibus mengunjungi Sobek Temple sebelum ke Luxor.

Bersama Lisa, perawat asal Colorado di dalam perjalan Felucca menuju Kom Ombo

Sobek, Dewa Sungai Orang Mesir Kuno.

Luxor adalah kota tujuanku berikutnya. Di Luxor aku naik sempat bersepeda keliling Luxor yang membuat kaki dan pantatku sakit. Hari kedua aku ikut budget tour ke Valley of The King yang tour guidenya hanya bisa berbahasa Inggris dengan terbata-bata (Maklum tour para budget traveler…..:-p). Sayangnya ornamen-ornamen atau gambar-gambar di dalam Temple di Valley of The Kings tidak boleh difoto. Kalau ketahuan memfoto kamera dirampas oleh petugas. Petugas keamanan disini agak berlebihan…!!

Deir Albehri di Valey of The Kings. Foto-foto di Album Luxorku menjadi Featured Album atau Album of The Day di http://www.webshots.com tanggal 24 September 2008

The Sphinx di Karnak Temple, Luxor

Tiga hari di Luxor aku rasa cukup dan aku melanjutkan perjalanan ke Kairo lagi. Aku mengurus visa untuk pergi ke Tanzania. Aku sudah berusaha mendapatkan visa Sudan tetapi butuh waktu yang cukup lama untuk mendapatkannya. Aku memutuskan pergi ke Tanzania karena Ethiopia juga tidak memberikan visa kepadaku. Aku sempat pergi ke Alexandria, kota yang dibangun oleh Alexander Agung. Alexandria adalah kota terakhirku di Mesir.

Foto Sunset di Alexandria

Qaitbay Citadel di Alexandria

Semua foto kuambil dengan kamera Nikon D-70 S.

Copyright: Jhon Erickson Ginting
Sumber: Pengalaman Pribadi
Foto-Foto: Koleksi Pribadi

About these ads